Paco-paco adalah sebuah proyek rintisan untuk penulisan sejarah Minangkabau yang komprehensif. Ide utama dari proyek ini adalah dengan menginventarisi berbagai informasi dari berbagai sumber seputar Tarikh dan Sejarah Minangkabau.
Beberapa objek informasi adalah Tambo, Kaba, Prasasti, Kronik Luar, Penelitian, Literatur Asing, Hasil Ekspedisi dan Ekskavasi, Naskah Kuno, Silsilah Suku dan Nagari dan pelbagai sumber lain.
Tidak dipungkiri bahwa sinisme akan menghampiri proyek, terlebih lagi karena dimasukkannya Tambo dan Kaba sebagai salah satu objek penelitian.
Namun tidak usah khawatir, saya berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang dulu-dulu yaitu : terlalu cepat mengambil kesimpulan dengan berusaha sekeras mungkin mencocok cocokkan informasi yang belum seberapa dan menggenapkan bagian yang bolong dengan hipotesa yang terburu-buru.

Contoh kegagalan metode terdahulu adalah dihasilkannya beragam ragam kesimpulan, misal :

  1. Sosok Bundo Kanduang dinisbatkan pada tokoh Dara Jingga (dari Malayu Dharmasraya), tokoh Kambang Daro Maharani, tokoh keturunan Puti Bidadarim, dll (tidak jelas mana yang benar)
  2. Sosok Dang Tuanku dinisbatkan pada Adityawarman dan pada Sutan Rumandung (tidak jelas mana yang benar)
  3. Sosok Datuk Perpatih Nan Sabatang dan Datuk Katumanggungan bisa muncul dalam rentang waktu yang sangat panjang (dari periode pendaratan kapal di puncak Gunung Marapi sampai periode awal Kerajaan Pagaruyung (1347) sesuai dengang pencocok cocokan dengan tokoh Dewa Tuhan Perpatih dalam Prasasti Padang Candi.

Kita sadar bahwa Minangkabau memang minim informasi tertulis, namun bukan berarti kita harus menyerah. Kita bisa belajar dari Mekanisme Inventarisir Hadist yang dilakukan oleh para Imam Hadist dengan cara mengumpulkan sumber lisan sebanyak banyaknya dan kemudian saling mengcrosscheck satu sama lain, mengklasifikasikan perbedaan dan persamaan.
Sebagai contoh untuk Tambo kita memiliki puluhan versi, beberapa diantaranya adalah :

  • Tambo Pariangan
  • Tambo Alam Pagaruyung
  • Tambo Alam Surambi Sungai Pagu
  • Tambo Pasaman
  • Tambo Mande Rubiah
  • Tambo Kurai V Jorong

Tantangannya adalah bagaimana cara mengumpulkan tambo-tambo ini dan mulai menghitung tarikh-tarikh yang ada didalamnya. Saya percaya di pelosok-pelosok nagari sana masih ada informasi yang tersimpan, mungkin lebih banyak daripada naskah-naskah yang tersimpan di Universitas Leiden Belanda.

Terkait dengan sumber artikel dan tulisan, ada 3 kategori tulisan dalam blog ini:

  1. Tulisan yang diambil dari situs lain. Kategori ini selalu menyertakan nama penulis atau sekurang-kurangnya link terakhir. Alasan tulisan dicopy ke blog ini adalah untuk memudahkan referensi dan mencegah hilangnya informasi dikarenakan soal teknis, misal domain expired. Sebelumnya, saya mohon maaf kepada para pemilik artikel yang saya copas untuk tujuan penyelamatan ini. Silahkan ditegur jika ada yang kurang berkenan.
  2. Tulisan yang sifatnya kompilasi dari pengetahuan umum, opini saya sendiri dan kutipan dari artikel lain. Disini saya juga mencantumkan sumber tulisan yang dikutip, baik di akhir tulisan maupun pada link yang terdapat dalam tulisan.
  3. Tulisan hasil pemikiran saya sendiri. Pada kategori ini umumnya saya tidak mencantumkan bahwa saya penulisnya. Tulisan ini biasanya saya tempatkan pada grup Hipotesa di halaman indeks artikel. Saya berusaha untuk mencantumkan sumber dari unsur-unsurnya, yang umumnya bukan berupa tulisan, melainkan gambar-gambar. Mohon maaf bila ada gambar-gambar atau foto ilustrasi yang masih belum tercantum sumbernya.

Singkat kata saya luncurkan situs Paco Paco ini. Semoga bermanfaat bagi siapa saja yang membaca.

Salam Hangat,

Fadli ZF