Dalam khazanah persukuan di Minangkabau, dikenal sejumlah suku induk seperti Koto, Piliang, Bodi, Caniago, Tanjung, Sikumbang, Bendang, Malayu, Kampai, Mandahiliang, Guci, Panai, Jambak, Pitopang, Panyalai, Dalimo dan Payobada. Selain itu ada puluhan suku lainnya hasil pemekaran dari suku-suku induk di atas. Setiap suku merepresentasikan klan masing-masing yang menjadi cikal-bakal masyarakat Minangkabau yang ada sekarang ini.

Dari sekian banyak suku induk dan suku turunan, ada beberapa suku yang ditengarai menggunakan nama daerah asalnya sebagai nama suku. Dan pola menamakan suku sesuai daerah asal yang mirip dengan konsep marga di wilayah Tapanuli ini ternyata berulang pada beberapa daerah rantau. Berikut sekilas nama-nama suku dan kemungkinan daerah asalnya:

Suku Suku Induk di Minangkabau

  • Suku Malayu, diperkirakan berasal dari wilayah ex Kerajaan Malayu Tua dan Dharmasraya yang pernah eksis di hulu Sungai Kampar dan Batanghari.
  • Suku Mandahiliang, diperkirakan datang dari kawasan Mandailing di Tapanuli Selatan dan kemudian menyatu kedalam masyarakat Minangkabau
  • Suku Tanjuang, diperkirakan berasal dari Barus dan wilayah pesisir barat Tapanuli Tengah. Barus adalah sebuah kota perdagangan kuno yang telah banyak penduduknya sejak abad sebelum masehi. Wilayah ini juga merupakan tempat asal Marga Tanjung yang kita kenal.
  • Suku Panai, diperkirakan berasal dari Kerajaan Pannai di Sumatera Timur. Kerajaan ini ikut diserang oleh Rajendra Chola dalam penaklukkan Sriwijaya tahun 1025 M. Kemungkinan ada sebagian penduduk yang mengungsi ke wilayah Minangkabau sekarang. Saat ini suku ini banyak terdapat di daerah Solok Selatan.
  • Suku Kampai, diperkirakan berasal dari wilayah Kampar. Suku ini berkerabat dengan Suku Panai, Suku Malayu, Suku Mandahiliang dan beberapa suku lainnya.
  • Suku Pisang, diperkirakan berasal dari daerah Pisang di Kuala Inderagiri
  • Suku Jambak, yang menurut hikayatnya berasal dari Negeri Champa. Penduduk Champa banyak yang bermigrasi akibat serangan-serangan dari negara tetangganya.

Suku Suku Turunan di Negeri Batubara, Sumatera Timur

Batubara adalah salah satu kawasan yang didiami oleh keturunan Minangkabau sejak tahun 1717 M, namun wilayah ini tidak disebutkan sebagai rantau seperti Negeri Sembilan di Semenanjung Malaya. Hal ini sama seperti kawasan Pesisir Barat Aceh dimana keturunan Minangkabau disebut sebagai Suku Aneuk Jamee, dan kawasan Pesisir Barat Tapanuli (Sibolga dan sekitarnya).

Pemerintahan Suku sempat eksis di Negeri Batubara sebelum diintervensi oleh Kesultanan Asahan. Masing-masing suku dikepalai oleh seorang datuk yang dikoordinir oleh seorang bendahara dari Siak. Para datuk kepala suku membentuk sebuah dewan yang akan memilih seorang anggota suku untuk jabatan tertentu. Dewan inilah yang melakukan pengawasan terhadap Pemerintahan Suku di Negeri Batubara.

Berikut daftar suku-suku di Negeri Batubara:

  • Suku Lima Laras
  • Suku Tanah Datar
  • Suku Limapuluh
  • Suku Pesisir
  • Suku Boga

Jabatan dalam pemerintahan yang dipegang oleh masing-masing suku diatas adalah:

  • Syahbandar, oleh Suku Tanah Datar
  • Penghulu Batang, oleh Suku Pesisir
  • Juru Tulis, oleh Suku Limapuluh
  • Mata-mata, oleh Suku Lima Laras

Perlu dicatat, suku-suku yang ada di Negeri Batubara sudah tidak menggunakan adat matrilineal lagi karena kuatnya pengaruh adat Melayu Pesisir yang juga dipaksakan oleh kesultanan-kesultanan yang berkuasa di sana.

Suku Suku Turunan di Negeri Sembilan

Negeri Sembilan mulai didiami pendatang dari Minangkabau, terutama dari Luhak Nan Tigo sejak abad ke-15. Ada beberapa gelombang kedatangan orang Minangkabau ke semenanjung yang antara lain disebabkan oleh aktivitas merantau dan pencarian tanah baru, maupun pelarian karena konflik semasa Perang Paderi.

Suku-suku yang ada di Negeri Sembilan juga dinamakan menurut daerah asal penduduknya.

Berikut nama-nama suku di Negeri Sembilan, yang semuanya ada 12 suku:

  • Suku Batu Balang
  • Suku Dondo (Biduando)
  • Suku Mungka
  • Suku Payokumbuah
  • Suku Seri Lemak (Sarilamak)
  • Suku Seri Melenggang (Simalanggang)
  • Suku Tanah Datar
  • Suku Tigo Batua
  • Suku Tigo Nenek
  • Suku Tompa (Batuhampar)
  • Suku Anak Aceh
  • Suku Anak Malaka

Sumber:

http://massahar-tiga.blogspot.com/2009/02/negeri-negeri-di-batubara.html

http://palantaminang.wordpress.com/2011/10/21/suku-suku-di-minangkabau/

http://lubukgambir.wordpress.com/2010/03/01/tambo-kubuang-tigo-baleh/

http://lubukgambir.wordpress.com/2010/03/01/tambo-kubuang-tigo-baleh-bag-2/

https://mozaikminang.wordpress.com/2009/10/18/rahasia-suku-malayu-di-pariangan/

http://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti_Tanjore

About these ads