Mnrut carito dari ughang tuo2 Tapan, ninik moyang ughang Tapan brasa dr darek Pagaruyuang, Luhak Tanah Data . . .

Menurut cerita dari orang tua-tua di Tapan, nenek moyang orang Tapan berasal dari “darek” yaitu Pagaruyung, Luhak Tanah Datar –maksudnya suatu daerah daerah di Tanah Datar sekarang, hanya untuk menyebut sebuah nama makanya disebut Pagaruyuang saja karena di zamannya Pagaruyung sebuah nagari yang terkenal hingga berbagai daerah rantau tapi daerah asal sesungguhnya belum tentu Pagaruyung. Besar kemungkinan nagari Tapan sudah ada sebelum Pagaruyung menjadi sebuah kerajaan (abad 15)

Bisa jadi asal usul penduduk Tapan terdiri dari beberapa suku bangsa yang datang ke daerah Tapan sekarang. Tidak tertutup kemungkinan sebagian dari mereka berasal dari Palembang (bukit Siguntang) dan Bengkulu. Begitupula bisa jadi nenek moyang mereka adalah orang Rupit yg menjadi penduduk Muara Rupit, Palembang sekarang.

Adu 2 rombongan ughang yg partamoa tibu di Tapan, daghi daerah yg samu tp jalur babeda . . .

Ada dua rombongan yang pertama tiba di Tapan, dari daerah yang sama tapi jalur yang berbeda

Rmbngan yg partamoa dpimpin Dt. Sangguno Dirajo & Smanggun Dirajo (Mlayu Kcik) tibu di Tapan daghi ‘Bukit Barisan’ (lewat pegunungan) di kapuang Binjai yg kini daerah yg bnamu Talang Balaghik, konon ughang ka yg ngagih namu Tapan dr kta Tpan, Tepan yg artinyo Elok, racak, gagah, cocok utk buek tpek tingga, kta tu diambik dr kta pmmpin rmngan yg wktu ninguk dr dteh gunuang (Bukit Pila, perbatasan Tapan-Kerinci) “Yu Tpan daerah sika ah”.

Rombongan pertama dipimpin Datuk Sangguno Dirajo dan Simanggun Dirajo (suku Malayu Kacik), tiba di Tapan dari Bukit Barisan (lewat pegunungan) di kampung Binjang yang sekarang merupakan daerah yang bernama Talang Balarik, konon orang inilah yang memberi nama Tapan dari kata Tpan, Tepan yang artinya elok, rancak, gagak, cocok untuk tempat tinggal. Kata itu diambil dari kata pemimpin rombongan yang waktu melihat dari atas Bukit Pilar, perbatasan Tapan – Kerinci “Memang ta(m)pan daerah di sini ya..”

Mungkin juga nenek Moyang orang Tapan adalah penyebaran dari sebagian orang Sungai Pagu (Solok Selatan sekarang).

Rombongan kaduua dpimpin wek Makhudum Sati (Mlayu Gdang), ughang tu tibu di Tapan ti Lagambah (Alang Rambah, Lalang kek Tpat Gdang) mlalui ‘pasi nan panjang’ (psisir pantai)….

Rombongan kedua dipimpin oleh Makhudum Sati (Suku Malayu Gadang). Mereka tiba di Tapan, di Lagambah (Alang Rambah, Lalang dekat Tempat Gadang) melalui pasir nan panjang (pesisir pantai)

Ugang tu tibu kiun, adu napak sghap2 anyut daghi mudik, kiroa lah adu ugang yg dlu tibu yg di Binjai tadi….

Orang itu tiba disana. Terlihat sampah-sampah hanyut dari hulu sungai, ternyata sudah ada orang yang lebih dahulu datang yaitu orang yang di Binjai tadi.

Ini hanya mengisyaratkan bahwa sudah ada penduduk yang lebih dulu datang ke sebagian wilayah Tapan

Mako dghi 2 rmbngan itu lh yg kmbang jdi ughang Tapan yg a
du 4 Suku (Mlayu Kcik, Mlau Gdang, Caniago, Sikumbang) . . .

Maka dari dua rombongan itulah yang berkembang menjadi orang Tapan yang terdapat empat suku sekarang (suku Malayu Kecik, Malayu Gedang, Caniago dan Sikumbang)

Baghu ughang tadi nyusun tatanan ada & pmernthan scro basamu, diakek Makhudum Sati sbg Ughang Tuo Adat N’ghing Tapan…

Baru kemudian mereka menyusun tatanan adat dan pemerintahan secara bersama, diangkat Makhudum Sati sebagai Orang Tuo Adat Nagari Tapan

Penulis : Syafroni Malin Marajo

Sumber :

http://lubukgambir.wordpress.com/2010/02/26/sejarah-nagari-tapan/

http://www.facebook.com/topic.php?uid=211776934704&topic=29465

——————————————————————————————-

Beberapa Tanggapan Warga Tapan Terhadap Versi Tambo di atas

Firman, S.Pd (08:36:47) :

kalau ambo ndak stuju kalu urang tapan berasal dari darek pagaruyuang, awak memang punyo hubungan jo darek tapi belum tentu nenek moyang awak berasal dari darek, ambo pernah meneliti tentang kajian asal-usul kerajaan indojati.

simpel sajo
kerajaan ranah indojati berada disekitar rumah gadang mande rubiah disitu merupakan istana terjaga ketat oleh beberapa dubalang yang tinggal ditiga pintu masuk ke kerajaan tersebut

indojati memeiliki kawasan luas, yang berbentuk segi tiga utara selatan timur, utara dilindungi oleh kerajaan diryopuro (indo puro), timur kerinci yang dibawa oleh dt. samparanu kcik, kemudian selatan kerajaan manjuto dimuko-muko, jadi istana kerajaan indojati sangat sulit tuk ditempuh oleh orang luar, karena sebelum sampai ke istana kerajaan mereka berhadapan dengan tiga pintu masuk tersebut, yang sifat orang minang khussnya warga indojati juga suka perantau, mereka banyak merantau dan menjabat di beberapa daerah, dan setelah masa jabatan mereka pulang kampuang (analisa keluarga bundo kandung yang mengirap kelangit ke 7) kalau saya mengatakan itu adalhan pulang kampuang menghidari terjadinya peperangan.
kerajaan indojati punya kaitan dengan kerajaan swarnabumi yang ada di jambi.

kemudian juga, analisa dari segi bahasa sangat sulit beberapa teman kita yang bukan ex pancung soal yang bisa memahami bahasa daerah kita. dari situ kita bisa ambil beberapa pengertian bahwa itu melambangkan bahwa kita tidak bisa dipastikan kita berasal dari darek…!

jangan kita hanya berpatokan dari gunung merapi yang ada dipadang panjang saja tapi bisa dari sisi lain seprti bukik siguntang-guntang di palembang dan tanah nunang yang ada di lunang. …

trima kasih mudah-mudahan ini bisa sebagai bahan analisa kita…

Lubuk Gambir (16:54:18) :

Makasih, Bung Firman, pertama sekali saya mengucapkan terimakasih atas tanggapan Bung Firman atas tulisan mengenai sejarah nagari Tapan ini. sebenarnya tulisan ini saya ambi dari tulisan anak Tapan sendiri di fesbuk, bisa dilihat dari sumber referensinya dibawah tulisan ini.
apakah saudara orang Tapan juga? mungkin iya barangkali.

menarik komentar yang sdr tulis. saya jadi tahu bahwa ada hubungan antara kerajaan Indrapura dengan bangunan Rumah Gadang Mande Rubiah dan beberapa kerajaan lain disekelilingnya.

tentang asal usul orang Tapan dan asal usul orang Minangkabau sampai saat ini saya rasa memang masih ‘debatable’. saya sendiri tidak begitu meyakini bahwa nenek moyang seluruh orang Minang dari Gunung Merapi.

Tidak tertutup kemungkinan nenek moyang orang Minang berasal dari Champa (Vietnam), yang melayari selat malaka, kemudian menyusuri Muara Sungai Kampar, sebagian menyusuri Muara Sungai Batang Hari. Ninik yang sampai di Hulu Batang Kampar kemudian bermukim di sana sampai beberapa lama. kemudian sebagian dari mereka kembali menghiliri Sungai tersebut terus ke selatan hingga menemukan Muara Sungai Musi dan di tepi sungai Musi mendirikan Kerajaan Sriwijaya.
Ninik yang masih bermukim di Hulu Batang Kampar (50 Koto), setelah berkembang lalu menyebar ke Gunung Merapi lalu menyebar ke 3 luhak dan berbagai wilayah di Sumatera Barat sekarang….

Jadi kalau sdr mengatakan bhw ninik orang Tapan dan sekitarnya berasal dari Bukit Siguntang di Palembang, itu tidak tertutup kemungkinan. sebab dalam Tambo pun nama Bukit Siguntang Mahameru pun disebut-sebut.

Sekali lagi terima kasih atas komentar sdr. Tapi sebelumnya kl bisa sdr Firman menambahkan/memberikan juga kepada saya referensi yang bisa saya baca dari komentar sdr…

Wassalam
malinmarajo

Ughang Tapan (19:57:14) :

Kalau penelitian dilakukan pada Rumah Gadang mande Rubiah, pastinya tidak akan singkron, meski dalam satu kesatuan kerajaan, namun antara tiga nagari Tapan-Inderapura-Lunang sangat berbeda sekali secara adat, meski ada kesamaan, tapi kesamaan tersebut adalah pada hal yang bersifat umum, yg umumnya juga sama dengan nagari di Minangkabau Lainnya, Kerajaan Renah Indojati adalh kerajaan tua, termasuk juga kerajaan indrapura, tapi nenek moyang orang Tapan datang ke Tapan jauh setelah Mande Rubiah di Lunang, dan pada waktu kerajaan Indrapura pada masa kemerosotan, dalam sejarah kuno Indrapura, tidak akan ada ditemukan tentang Tapan, maupun dalam sejarah kuno Lunang, namun Tapan ada setelah Indrapura menjadi Kesultanan.
Bukti lain, gelar datuk di Tapan semuanya masih di Pakai di Pagaruyuang, contohnya Dt. Makhudum Sati, Dt. Sangguno Dirajo, dll. Gelar2 itu sekarang masih dipakai, bahkan ada di daerah lain yang merupakan rantau dari Luhak Tanah data.
Mengenai bahasa, itu adalah pengaruh sekeliling, bahasa Tapan mempunyai curi khas, sedfikit berbeda dengan bahasa Lunang, Silaut, lubuk Pinang, tapi Persis sama dengan Bahasa Inderapura dan Mukomuko, ini karena Tapan berada pada jalur perdagangan pada masa dahulu, tempat bertemunya orang dari Inderapura, Kecinci dan Mukomuko, Kota Transit.

Lubuk Gambir (05:03:12) :

Terima kasih sdr Tomi (Ughang Tapan) atas komentar anda. tampaknya saya mendapatkan informasi baru tentang Tapan yaitu Tapan baru dikenal pada masa Kesultanan Inderapura, bukan di masa kerajaan (sebelum kesultanan). Tapi sejarah Tapan mendahului sejarah Mande Rubiah yang berarti sejarah Mande Rubiah pun tidak ditemukan dalam sejarah kuno Inderapura dan Lunang. pertanyaannya adalah :
pada abad keberapa kira-kira sejarah Tapan dimulai kalau dikatakan pada zaman kesultanan Inderapura, begitu pula sejarah Mande Rubiah tentu lebih belakangan lagi, pada abad keberapakah? era kesultanan berarti era Islam? Bukankah itu mempermuda usia sejarah Tapan padahal menurut sdr Firman, sejarah Tapan bisa jadi dimulai dari era Bukit Siguntang (sangat awal sekali).

Firman, S.Pd (00:03:01) :

setuju…. memang tapan adalah tempat pertemuan pedagang dari tiga sisi, namun orang asli tapan ada sebelum itu…

namun yang jelas kita ndak boleh memutuskan kalau tapan berasal dari darek,

yang jelas wilayah tapan adalah wilayah kerajaan ranah indojati… lalu diisi oleh para pedagang yang datang ketapan

hal ini emang sulit kita putuskan, dulu ada tambo yang di simpan di hotel makudum sebelum hotel itu terbakar dan diselamatkan oleh seseorang tapi siapa orang yang menyelamtkan samapai kini saya belum tau,

namun ada informasi orang tua luynang ahli sejarah lunang menjelaskan ada tambo asli yang disimpan dirumah gadang dan itu hanya bisa dilihat apabila kedelapan penghulu suku telah menyepakati untuk dibentang dan dibahas,,, dan itu dibuka hanya satu kali setahun pada malam 27 ramadhan di rumah gadang dalam rangka rapat adat…

Aam St Iskandar (09:54:39) :

Saya kurang setuju dengan hal ulasan asal usul tapan seperti tulisan dia atas. Saya kira perlu di lakukan Penelitian secara ilmiah yang melibatkan akdemisi dari beberapa perguruan tinggi termasuk yang ada di sumbar. Jika Melihat Manuscrip Kerajaan Indra Pura yang sebelumnya bernama Air Pura yang lahir di abad IX Masehi Sebagai Suatu Kerajaan Melayu Islam yang terbesar dan tertua, bahkan lebih tua dari Kerajaan Samudera Pasai di Aceh. rasanya sangat tidak mungkin Orang tapan berasal dari Pagaruyung dan sangat mungkin hal itu bisa terjadi sebaliknya. karena Pagarurung lahir di beberapa abad kemudian. Saya Kira Kunci dari asal usul beberapa kerajaan Melayu Islam lainnya ada pada Manuscrip tersebut, termasuk salah satunya ada yang pergi ke Brunai. Menurut informasi yang saya peroleh semua kerajaan melayu yang mengandung kata Indrapura baik yang ada di Indonesia maupun Indrapuri di Malaysia masih mempunyai pertalian darah dengan Silsilah Kerajaan Indrapura Muara Sakai. Mande Rubiah adalah salah satu sisa2 sejarah yang sangat kuat hubungannya dengan Pagarurung, Mengingat Sejarah Pelarian Petingi Kerajaan Pagaruyung yang sampai ke Lokasi Mande Rubiah saat ini. Yang Menjadi Pertanyaan Kenapa Petinggi Pagaruyung itu bersembunyi di Lunang dan bermakam disana seperti Orang Pulang Kampung dan diterima oleh Saudara sedarahnya saja? Pertanyaan Lain kenapa Rumah gadang Mande Rubiah tidak bergonjong??. Yang saya ketahui Manuscrips itu panjangnya 6.5m dan lebar 1M yang terbuat dari kulit perut ikan Paus. Saat ini manuscrips seperti itu banyak beredar yang sangat diragukan keasliannya karena tertulis diatas kertas yang panjangnya -/+ 5 M dan lebar 0,5M. Dalam Sebuah Tulisan seorang Putra PESSEL yang seorang dosen (Jika tidak salah bernama Yunus) jga pernah menulis asal usul kerajaan indra pura, tetapi menurut saya juga ada kesilafan beliau karena menyebutkan Dang Tuan Ku pernah menjadi Raja di Indrapura. Sjarah Asal Usul Tapan sangat Erat Hubungannya dengan Kerajan Indra Pura ini. Sebagai Generasi Muda Kita Perlu hati hati dalam mengupload ataupun Copy Paste dari sebuah tulisan yang tidak didukung oleh referensi yang kuat demi tegaknya kebenaran sejarah negeri kita. Mohon Maaf hanya sekedar Sharing. Terima Kasih.

Mukhsin Pmk.Rj.Nan sati (00:58:07) :

Belum bisa disetujui Tapan asal Nenenk Moyangnya berasal dari Tanah Datar.
Alasan :1.Sangguno dirajo tibo dibinjai membawa anak kemenakan dan kawin di Binjai serta beranak cucu…Terus ada yang mengilir ke Sungai Serik Dusun dan berkembang pula di sini……Artinyo ado ughang nan tingga dibinjai.
2.Tidak ada suatu kepastian secara kajian akademis mana daerah dan siapa yang pertama di Tapan.Mengingat dulu kala adalah hutan belantara tidak ada sarana dan prasarana komonikasi dan transportasi darat.Bila alasan puing-puing yang hanyut dari hulu tau oleh orang yang hilir itu addalah cerita yang tidak logis….
Bagai mana Orang dihilir sdh sebulan tinggal lebih dulu lalu tak pernah kesungai dan kemudian orang di hulu baru 2 hari setelah itu menebang dihulu lalu puing2 hanyut Apakah orang dihulu itu datang lebih dulu.?…..tidak. jawabnya….
3.Kalau ada dua gelombang terangkan pada tahun berapa gelambang pertama,kedua dan buktikan sejarah dijaman pemerintahan raja siapa diinrapura.
4.referensi cerita yang ditampilkan adalah tutur-nenek moyang yang tidak ada kepastian sejarahnya,lagian gambar yang ditampilkan diatas adalah rumah masyarakat tapan yang berasal dari muko-muko….itu bukan budaya Darek…..?atau Minang kabau.
Saya menyarankan kepada penulis agar tidak menampilkan postingnya lagi berberntuk asal orang tapan.Karena itu adalah kalaim yang belum bisa diterima oleh masyarakat Tapan.

Redaksi (15:27:27) :

Informasi yang saya paparkan adalah informasi yang saya dapatkan dari salah seorang penghlu suku di Tapan.
Yang sebenarnya terjadi di Tapan dan sama2 di ketahui oleh masyarkat tapan adalah, di Tapan kalau menceritakan sejarah adalah hal yang TABU, baik sejarah kuno, maupun sejarah pada masa kolonial, sehingga tidak banyak generasi muda Tapan yang tau tentang sejarah Tapan, selain itu sejarah Tapan sangat banyak versintya, mungkin karena tidak ada bukti otentiknya, karena itulah dilarang bercerita sejarah di Tapan karena takut terjadi perpecahan dan pertikaian antara masyarakat.
Namun, dapat saya simpulkan, juga berdasarkan yang tertulis di Proposal Pembentukan kabupaten Renah Indojati yang pernah saya baca, disana di paparkan sejarah kereajaan Inderapura, Mulai dari Indojati di Silaut, Pagar Dewa di Lunang hingga Teluk Air Pura di Muaro Sakai, hingga Kesultanan Inderapura, Mande Rubiah Lunang hingga masa kolonial, meski tidak disebutkan secara jelas tapi kemungkinan adalah Kerajaan Indojati lebih tua dari Pagaruyuang, pendiri Pagaruyang berasal dari Indojati, tapi pada saat kerajaan Indojati pada masa kemerosotan, Pagaruyuang sedang maju, mungkin ada juga hubungannya dengan larinya Bindo Kanduang/Mande Rubiah ke Lunang, saat itulah datangnya masyrakat dari Pagaruyuang dan membaur dengan penduduk Indojati, hinngga tatanan masyrakat Tapan dan sekitarnya mengikuti adat Minangkabau . . .
Tapi sebenarya untuk lebih pastinya, mungkin perlu kajian mendalam secara ilmiah untuk mengetahui Fakta dari hal tersebut, namun saya belum sempat bertanya ke pada Tim penyusun Proposal itu, dari mana data itu di dapatkan, mungkin dari Tambo Lunang, Tambo Tapan, atau dari Tambo Inderapura, saya juga tidak tau pasti . . .

Redaksi (15:33:53) :

Mengenai Rumah, mungkin saya juga akan berkomentar . . .
Rumah Tuo seperti itu, bukan hanya di Tapan dan Mukomuko, tapi juga gaya rumah dI Padang, sebagian ada yang menyatakan bahwa gaya rumah seperti ini adalah pengaruh Aceh, yaitu saat Aceh menguasai Pesisir Barat Sumatera sebelum masa penjajahan Belanda, rumah ini mencadi corak perumahan di Pesisir, mulai dari Pariaman hingga Mukomuko.

Mukhsin Pmk.Rj.Nan sati (02:20:18) :

Oleh karena itu belum bisa diterima sejarah yang demikian…..Penghulu di Tapan Adalah empat orang bukan satu….Mengenai yang ditulis di Buku Proposal Pemekaran kabupaten adalah sebuah persyaratan dan kesan tergesa-gesa,saya punya buku itu dirumah saya ada dua versi Edisi Pertama dan Ralat kedua….Menurut pendapat saya sejarah itu masih belum bisa diterima secara ilmiah.
Rumah tersebut adalah ciri-ciri Melayu…..benar Pengaruh Aceh dan lain-lain.

yustian yusad sikumbang glr sutan johansyah (05:07:59) :

belajar sejarah tapan, lihat dulu makam-makam tua disana, ada yang panjang dan tak ada nama di batu nisannya. Kabarnya keturunan asal mula sikumbang. setiap hari besar selalu di kelambu kan. Makam siapakah itu?

herman siswanto (02:25:44) :

Saya salah satu seorang yang tidak setuju kalau ada yang mengatakan bahwa nagari tapan berasal dari pagaruyuang, coba kita logikakan ” Bahasa Tapan sangat jauh berbeda dari bahasa Pagaruyuang?? di atas dikatakan bahasa itu dipengaruhi oleh Tapan merupakan Lintas Perdangangan, kalau emang demikian berarti ” Jalan Dialiah Urang Lalu” sebodoh itukan Pemangku Minang pada waktu Itu???? yang kedua. Kalau Emang Tapan Berasal Dari Pagaruyuang yang dearah Rantau nya Sampai Banda Nan Sapuluah, Pertanyaannya Apakah Tapan Termasuk Banda Nan Sapuluah???/ kalau memang Masuk, Mengapa hal yang sangat mencirikan minang yakni Kedudukan Datuk di Air Haji, Balai Selasa, Kambang, Surantih dll ( Dalam Kawasan Banda Nan SApuluah), tidak sama dengan di tapan.perbedaannya Ditapan dikenal Datuk Nan Duo Puluh yang terdapat dalam Empat Suku ( terdiri dari 6 di hulu, 6 di ilir, dan delapan di tengah termasuk di dalam nya datuk bathin ), sedangkan di daerah tersebut diatas posisi datuk sama derajatnya dengan Pemangku di Tapan dan jumlahnya sangat banyak.
Saran Saya Kepada Saudara kalau berbicara soal ini, kalau masih mngunakan Tambo sebagai Rujukan Pokok, hal ini tidak akan selesai dikarena di dalam tambo banyak makna yang tersirat dari pad yang tersurat dan 80 % Mitos hanya 20 % yang di buktikan secara Ilmiah