Dalam Pemerintahan Rajo Nan Tigo Selo  Kerajaan Pagaruyung, Lareh Koto Piliang dikenal Langgam Nan Tujuah (Tujuh Daerah Istimewa) yaitu :

  1. Sungai Tarab Salapan Batu, disebut Pamuncak Koto Piliang (Pemimpin Langgam Nan Tujuah)
  2. Simawang Bukik Kanduang, disebut Perdamaian Koto Piliang (Juru Damai Sengketa antar Nagari)
  3. Sungai Jambu Lubuak Atan, disebut Pasak Kungkuang Koto Piliang (Keamanan Dalam Negeri)
  4. Batipuah Sepuluh Koto disebut Harimau Campo Koto Piliang (Panglima Perang)
  5. Singkarak Saniang Baka, disebut Camin Taruih Koto Piliang (Badan Penyelidik)
  6. Tanjung Balik, Sulik Aia, disebut Cumati Koto Piliang (Pelaksana Hukum)
  7. Silungkang, Padang Sibusuak, disebut Gajah Tongga Koto Piliang (Benteng Selatan)

Disamping Langgam Nan Tujuah, nagari-nagari lain yang termasuk Lareh Koto Piliang adalah Pagaruyuang, Saruaso, Atar, Padang Gantiang, Taluak Tigo Jangko, Pangian, Buo, Bukik Kanduang, Batua, Talang Tangah, Gurun, Ampalu, Guguak, Padang Laweh, Koto Hilalang, Sumaniak, Sungai Patai, Minangkabau, Simpuruik, Sijangek. Daerah-daerah ini berada di bawah koordinasi Basa Ampek Balai

Gajah Tongga Koto Piliang

Langgam Nan Tujuah Koto Piliang ini merupakan Pembantu Utama dari Rajo nan Tigo Selo dibawah koordinasi Basa Ampek Balai. Gajah Tongga Koto Piliang ini adalah Panglima wilayah selatan dalam alam Minangkabau. Di bawah pimpinan Gajah Tongga Koto Piliang inilah pasukan hulubalang Minangkabau dapat mengalahkan dan menghancurkan serangan dari pasukan Singosari yang dikenal dengan ekspedisi Pamalayu I pada tahun 1276 Masehi. Pertempuran besar-besaran ini terjadi di suatu lembah sempit yang pada waktu itu dikenal dengan Lembah Kupitan dan Sungai Batang Kariang. Karena banyaknya mayat-mayat bergelimpangan dan tidak sempat dikuburkan sehingga menimbulkan bau yang sangat busuk sehingga tempat itu dan sekitarnya dikenal kemudian dengan nama Padang Sibusuak. Perlu juga dicatat para peristiwa pertempuran besar-besaran tersebut muncullah hulubalang muda yang dengan gemilang dan tangkasnya membantu Gajah Tongga Koto Piliang dalam mengalahkan pasukan Singosari. Hulubalang muda itu adalah Gajah Mada yang dikenal kemudian dengan Maha Patih Kerajaan Majapahit.

Gajah Tunggal Lubuk Jambi

Di wilayah Riau dan Jambi daerah kekuasaan Gajah Tongga Koto Piliang sekarang berada dalam wilayah Kenagorian Koto Lubuk Jambi Gajah Tunggal, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, Propinsi Riau. Intinya jabatan Gajah Tongga ini berfungsi sebagai armada penghadang serangan terhadap wilayah Minangkabau (dalam hal ini Kerajaan Pagaruyung) yang ditempatkan di pintu-pintu masuk utama Alam Minangkabau, yaitu di pintu masuk Sungai Batanghari (wilayah Sungai Dareh dan Pulau Punjung) dan pintu masuk Sungai Inderagiri (wilayah Kuantan).

Sumber:

http://www.sungaikuantan.com/2008/11/kerajaan-koto-alangdusun-botuang.html

Kompilasi Tambo dan Pengetahuan Umum